3.26.2009

IKM II

Tugas IKM II
MUHAMMAD ZULFITRAH
Dasar teori
Influenza A (H5N1) adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A. Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini, maka dinamakan flu burung atau “avian influenza”. Virus ini beredar diantara burung-burung di seluruh dunia. Virus ini sangat mudah berjangkit dan dapat menjadi sangat mematikan bagi mereka, terutama pada unggas jinak misalnya ayam.
Virus ini disebarkan oleh unggas liar, karena itulah dinamakan flu avian atau flu burung. Virus tersebut menyebar pada unggas hampir diseluruh dunia, sangat menular terhadap sesama unggas dan mematikan, terutama jenis unggas seperti ayam. (sumber : sekolah dyatmika)
Yang terinfksi
Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997, kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian penularan H5N1 pada manusia. Namun sejauh ini virus H5N1 tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Petugas-petugas kesehatan terus memantau keadaan ini secara teliti untuk mendapatkan petunjuk adanya penularan H5N1 antar manusia. Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan dilaporkan telah terjadi di Bali sejak bulan Agustus 2007. (sumber : sekolah dyatmika)
penyebarannya
Burung-burung yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur, cairan saluran pernafasan, dan kotorannya. Virus flu burung menyebar diantara burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang telah terkontaminasi. (sumber : sekolah dyatmika)





PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN MASYARAKAT DALAM UPAYA PEMBERANTASAN PENYAKIT FLU BURUNG
perlu peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat untuk mencegah agar penularan virus ini tidak terjangkit ke masyarakat. Peningkatan pengetahuan tidak hanya kepada kalangan masyarakat melainkan juga kepada tenaga pelayanan kesehatan.
Seperti yang telah diurakan diatas, bukan hanya unggas yang terjangkit flu burung, melainkan manusia juga bisa terjangkit virus ini, bahkan apabila tidak segera di obati atau dilakukan tindakan medis sesegara setelah sesorang terjangkit bisa berakibat fatal. Peningkatan pengetahuan terhadap masyarakat sangatlah penting. Ini demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diingikan.
Sosialisasi kepada seluruh kalangan masyarakat baik itu lewat media televisi, radio, akan sangat berguna. Masyarakat harus tau bagaimana penyebaran virus ini, gejala sesorang yang terken flu burung, dan apa yang harus mereka lakukan bila mereka mengalami gejala telah terjangkit flu burung.
Selain masyarakat juga diperlukan peningkatan pengetahuan kesehatan masyarakat kepada tenaga pelayanan kesehatan. Diperlukan tenaga professional untuk melakukan tindak lanjut pengobatan dan pemberantasan flu burung. Oleh karena itu sangat membantu bila ada pelatihan khusus tentang pencegahan dan pengobantan virus ini.
Kerjasama antara masyarakat dan tenaga pelayanan kesehatan masyarakat sangat diperlukan, demi tercapainya tujuan bersama dan peningkatan derajat kesehatan masyrakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar