11.08.2010

Mulai bulan oktober hingga november bisa dikatakan bulan yang amat kelabu bagi bangsa Indonesia. Rentetan bencana alam menimpa bangsa. Tsunami di mentawai dan letusan gunung merapi di perbatasan jawa tengan dengan jogja dan beberpa bencana alam di daerah lain. Korban yang berjatuhan masih terus bertambah, khususnya untuk korban letusan merapi. Beberapa kota yang bisa dikatakan cukup jauh dengan lokasi letusan merapi kini sudah mulai terkena dampak akibat letusn merapi berupa kiriman debu vulkanik.

Aktivitas merapi yang kian memburuk dan tanpa di prediksi membuat jumlah korban dan jumlah pengungsi bertambah. Warga harus rela kehilangan harta dan benda serta keluarga yang mereka sangat cintai. Mereka harus meninggalkan rumah mereka, kasur empuk mereka dan rela tinggal dipengungsian dengan fasilitas seadanya bahkan bisa dikatakan sangat kurang.

Bertambahnya jumlah pengungsi tentu menjadi masalah tersendiri akibat dari mengamuknya merapi. Mulai dari masalah tempat pengungsian yang harus memakai gedung pemerintah seperti sekolah, kesehatan, air bersih, kesediaan pangan, dan terlebih adalah factor psikologi yang di alami korban letusan merpi. Beberpa sumber mngatakan bahwa sekitar 60% korban letusan merapi mengalami gangguan jiwa, akibat trauma terhadap letusan merapi.

Kesehatan menjadi permasalahan yang cukup serius. Ini disebabkan karena erupsi merapi yang mengeluarkan debu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan, serta tempat tinggal pengungsian yang juga bisa memunculkan penyakit yang berbeda. Sejumlah bantuan dari berbagai pihak masih terus mengalir, khususny di bidang kesehatan. Namun karena sulitnya medan akibat kabut yang ditimbulkan membuat kiriman bantuan sering terlambat.
Bantuan yang masih terus mengalir dan dukungan moral kepada para korban merapi yang terus berdatangan membuat saya makin cinta dengan Negara ini. Mulai dari anak-anak kecil yang menyumbangkan uang jajan mereka, hingga orang dewasa. Saya mulai berpikir seandainya orang-orang di Negara ini mempunyai rasa kebersamaan seperti ini bukan hanya ketika terjadi bencana, mungkin tidak akan ada orang-orang seperti “mereka” yang rela mengambil hak orang lain. Negara ini akan makmur.

Cobaan terhadap negeri ini mungkin akan terus berlanjut. Pertanyaannya apakah kita siap menghadapinya atau pasrah dengan apa yang terjadi hingga membuat kita menjadi orang yang tidak berpengharapan.

“tersenyumlah generasiku meski bahagiamu tertunda”
pray for Indonesia, mudah-mudahan bencana ini cepat berakhir. Amiiin Ya Rabb…..

jackchendari_89

Tidak ada komentar:

Posting Komentar